Pernahkah anda mengamati gerakan air saat keluar menuju saluran pembuangan air yang terdapat di wastafel atau bathtub?

Banyak dari kita beranggapan air yang mengalir ke saluran pembuangan air tersebut akan berputar dengan arah sesuai dengan rotasi bumi. Artinya, bagi kita yang berada di belahan bumi selatan, kita akan menjumpai air berputar berlawanan jarum jam.

Ini adalah mitos. Efek rotasi bumi terlalu lemah untuk bisa mempengaruhi arah putaran air. Anda bisa coba sendiri di rumah untuk membuktikan hal ini. Selain itu, struktur wastafel atau bathtub juga mempengaruhi arah putaran air ini.

sumber : http://www.livescience.com/bestimg/index.php?url=myths_water_drain_03.jpg&cat=myths

yudhiakto pramudya

tim excitonindo

Posted by: excitonindo | Juni 12, 2008

Pluto oh Pluto

Oleh : Yudhiakto Pramudya

Waktu duduk di bangku sekolah dulu, Pluto masih nongkrong dalam barisan planet anggota tata surya kita. Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, definisi planet berubah yang berdampak pada didepaknya Pluto dari barisan planet di tata surya kita.

Menurut riwayatnya, Pluto ditemukan oleh Clyde W. Tombaugh pada tanggal 18 Februari 1930. Tetapi baru mendapatkan namanya pada tanggal 1 May 1930. Nama ini disumbangkan oleh Venetia Burney, yang waktu itu masih berumur 11 tahun. penemuan Pluto didasarkan mekanika Newtonian yang dapat memprediksikan gangguan suatu obyek langit oleh obyek langit lainnya. Awalnya para astronomer melakukan pengamatan terhadap gangguan pada Planet Uranus. Sehingga ditemukanlah Neptunus dan Pluto.

Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Mei 20, 2008

Seabad Kebangkitan Nasional

oleh : Yudhiakto Pramudya

Seratus tahun yang lalu, para pemuda dengan dipelopori oleh Dr Sutomo mendirikan organisasi Budi Utomo. Pendirian organisasi ini didasari oleh penderitaan rakyat Indonesia dibawah penjajahan Belanda, kebodohan dan kemiskinan. Ditambah lagi dengan sikap dan perilaku para pejabat yang hanya mementingkan kepentingan sendiri. Pada waktu itu Dr Sutomo mengemukakan pendapatnya bahwa semua orang di Jawa, Sunda, dan Madura harus bersatu memperbaiki keadaan rakyat. Dr Sutomo dan kawan kawan tidak mengajak teman teman dari luar Jawa, Sunda, dan Madura hanya karena takut untuk ditolak.

Sejak itulah, gerakan kebangkitan dari keterpurukan mulai berkembang dan nasionalisme semakin tebal. Maka setiap tanggal 20 Mei kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sudah satu abad lebih sejak peristiwa bersejarah itu berlalu. Permasalahan yang dihadapi para pemuda saat ini tentulah tidak sama dengan permasalahan yang dihadapi oleh Dr Sutomo dan kawan kawan. Indonesia sudah merdeka, sudah lepas dari penjajahan Belanda. Namun, rakyat Indonesia belum lepas dari kebodohan dan kemiskinan. masih banyak pejabat dan wakil rakyat yang suka menghamburkan harta, bahkan melakukan korupsi.

Tentu saat ini, dalam momen 100 tahun Kebangkitan Nasional, para pemuda harus lebih tanggap dengan kondisi ini. Para pemuda Indonesia dimanapun berada, apapun suku bangsa dan agamanya, apapun jenis profesinya, harus bekerjasama memperbaiki kehidupan rakyat. Memerangi kemiskinan, memberantas buta huruf, menghancurkan ketidakadilan. Memang para pemuda masih disibukkan dengan kegiatan akademis, namun para pemuda Indonesia seratus tahun lalu berhasil menorehkan sejarah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia meskipun beliau beliau masih berkutat dengan kegiatan kuliah.

Karya nyata tidak hanya berupa demonstrasi mahasiswa menentang kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat. Beberapa contoh yang bisa kita lakukan adalah mengurangi tingkat buta huruf rakyat Indonesia. Koran JawaPos pernah memuat kegiatan para mahasiswa Surabaya yang mengajar sukarela kepada anak jalanan di Galaxy Mall. Di sebuah milis buku, juga banyak berita tentang kegiatan penyumbangan buku ke daerah daerah yang membutuhkan. Namun, kita masih harus berbuat lebih. Sesuai fakta yang dimuat JawaPos, bahwa ada sebuah ironi di Jawa Timur bahwa suatu provinsi yang mempunyai banyak perguruan tinggi dan pesantren terkenal menduduki tingkat buta huruf tertinggi di Indonesia.

kebangkitan nasional

100 tahun yang akan datang, generasi muda yang akan datang, anak cucu kita akan memperingati 200 tahun Kebangkitan Nasional. Kita memang tidak pernah tahu seperti apa keadaan rakyat Indonesia pada masa itu. Tapi, perbaikan nasib bangsa bisa dan harus dilakukan mulai dari sekarang, dipelopori oleh generasi muda. Terus Belajar, Berkarya, dan Bekerjasama untuk kehidupan rakyat Indonesia yang lebih baik.

MERDEKA !!!

20 Mei 2008

berkilo-kilo meter dari Ibu Pertiwi

inspirasi : http://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo

jawapos online

milis pasarbuku

Kunyit : “sekarang di US sana berapa suhunya? pasti dingin ya, kan winter.”

Capung : “iya nih, baru aja badai salju, ya kira kira -12 Celcius.”

Kunyit : “ya elah, kalau suhu kayak gitu di Rusia sini sih itu baru Fall”

Temperatur/suhu negatif memang dingin, eits… tapi itu hanya berlaku untuk skala temperatur selain Kelvin. Di tulisan ini, saya hendak berdiskusi tentang temperatur negatif pada skala Kelvin.

Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Maret 18, 2008

Proses Pembentukan Planet Mirip Bumi Berhasil Diamati

Oleh : Yudhiakto Pramudya

Semester Fall lalu saya berkesempatan mengikuti Physics Colloquium di kampus. Pembicaranya adalah Prof William Herbst dari Departemen Astronomi. Temanya berkaitan dengan judul jurnal yang dia terbitkan bersama grupnya di Nature. Judulnya yaitu

Reflected light from sand grains in the terrestrial zone of a protoplanetary disk

Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Maret 8, 2008

Gerhana bulan 20 Februari 2008 di USA

Pengamat dan pelapor : yudhiakto pramudya

Gerhana bulan diamati di belakang rumah kost di Middletown, Connecticut, Amerika Serikat. Sekitar pukul 8, saya mulai mempersiapkan kamera digital yang super sederhana untuk melakukan pemotretan gerhana bulan. Ya, saya sebut super sederhana karena kamera ini hanya kamera digital saku biasa dan saya tidak punya tripod. Jadilah saya mulai mengutak atik menu yang tersedia dalam kamera itu dan mempersiapkan benda benda yang sekiranya bisa dijadikan sandaran kamera supaya kamera tidak goyang goyang (benda-benda itu adalah kursi dan buku).

Menurut referensi dari NASA yang sudah saya baca sehari sebelumnya, gerhana bulan dimulai sekitar pukul 8.43 malam waktu setempat. Dan, yeehaa… setelah beberapa kali mencoba mencari tempat dan posisi yang tepat untuk kamera, akhirnya saya berhasil mendapatkan beberapa gambar gerhana bulan. Seperti yang sudah diperkirakan, hasilnya memang amat jauh dari standar bagus. Dan inilah gambar gambarnya……..

me1.jpg

Pada gambar juga terlihat beberapa obyek langit selain bulan. Setelah saya amati lewat program Stellarium, kemungkinan beberapa bintang di rasi Leo dan planet Saturnus teramati dalam gambar tersebut. Tapi kesimpulan saya juga masih berpeluang besar menjadi kesalahan. Saya membuka diskusi untuk pengamatan ini.

Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Maret 5, 2008

Pompa Air Gravitasi

Bagi para pembaca yang tertarik dalam membuat atau mempelajari “Pompa Air Gravitasi” diwajibkan menghubungi secara langsung Bapak Ali Zainal Abidin M. Syarifudin melalui : zainaliabidin@yahoo.co.id . Bila membuat alat serupa tanpa sepengetahuan si pembuat, hal itu sudah menyalahi kode etik dunia riset.  

“Pompa Air Gravitasi”

oleh : Ali Zainal Abidin Muhamad Syarifudin (Surabaya, 19 Februari 200 8)

Dalam rangka mengupayakan adanya energi penggerak (alternatif) demi peningkatan perekonomian dan kehidupan masyarakat, dalam KONTEKNAS 2008 ini kami mencoba untuk mengangkat auatu alat yang dapat bekerja sendiri dan menjadi alat penggerak. Lebih jauh lagi, tujuan kami mengambil pembagasan tentang alat inijuga guna menindaklanjuti keprihatinan banyak kalangan terhadap pemanasan global yang salah satunya diakibatkan oleh pemakaian bahan bakar untuk keperluan energi.
Alat yang kami tersebut kami beri nama “Pompa Air Grafitasi” berawal dari peristiwa naiknya air dalam suatu selang atau pipa berkatup yang digerakkan secara vertikal. Seiring berganti waktu, kami berudaha mengkajinya langkah demi langkah dengan apa yang bisa dipahami dari berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan konsep alat tersebut, yang akhirnya terbentuk sebuah kesatuan sistem kerja yang dapat bekerja sendiri.
Ucapan terima kasih kami kepada semua yang telah membantu hingga ini semua terwujud, baik dalam bentuk materi maupun non materi, semoga mendapat balasan yang lebih baik. jazakumullah khoiran katsiron. Juga tidak lupa kami mohon maaf jika dalam penulisan, ungkapan, dan pengkajian alat ini terdapat kesalahan, mudah-mudahan bisa menjasi pelajaran dan bisa diperbaiki di kemudian waktu.
Besar harapan penyusun, semoga usaha kita memecahkan persoalan krisis energi dan kerusakan lingkungan di negeri tercinta ini berhasil. Pembangunan bisa terus berlangsung seiring dengan taufiq, hidayah, mau’nah dan ridho Allah SWT. Amien

Uraian ringkas inovasi
Pemanfaatan energi grafitasi untuk penggerakan alat seperti pembangkit dan lain sebagainya, baru bisa dilakukan di tempat-tenpat yang tersedia banyak air. Karena selama ini, untuk memanfaatkan energi grafitasi dibutuhkan air yang tidak sedikit jumlahnya, sehingga energi alam yang dapat digunakan secara cuma-cuma ini belum bisa mengurangi pemakaian bahan bakar Fosil yang kian naik harganya, kian berkurang persediannya dan kian merusak lingkungan.
Oleh karena itu, alat pompa air yang dapat bergerak sendiri dan tidak membutuhkan banyak air ini sekiranya bisa dimanfaatkan agar tidak terjadi hal seperti di atas. Dengan sistem siklus dalam penggunaan air yang ada padanya, alat ini mempunyai banyak peluang untuk terus dikembangkan dan dimanfaatkan diberbagai tempat dan untuk menjadi alat penggerak pengganti alat yang kerja tergantung pada listrik dan BBM.
Kekurangan alat ini mungkin membutuhkan sedikit banyak ruang dan memunyai massa yang tidak segikit. Namun, hal itu masih bisa disiasati. Yakni dengan dengan menerapkannya untuk sekala besar seperti untuk keperluan pembangkit listrik, penggerak perahu, pemompa air di tempat yang memerlukan air yang tidak sedikit seperti untuk memenuhi kebutuhan air di masjid-masjid, pengairan taman, pertanian dan lain sebagainya. Sehingga dengan penggunaan alat ini dalam kehidupan dapat menghemat penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui dan mahal.

  Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Februari 28, 2008

Dimanakah kita sekarang?

oleh : yudhiakto pramudya

Tulisan ini berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen presentasi dosen pembimbing saya dan Iwan, yaitu presentasi tentang peluang Riset mahasiswa di Perguruan Tinggi oleh bapak Budhy Kurniawan. Di presentasi tersebut, Bapak Budhy menampilkan beberapa daftar ranking. Yang menarik perhatian saya adalah ranking indeks pendidikan Indonesia.

Kemudian saya coba telusuri indeks pendidikan Indonesia untuk tahun 2007. Inilah hasilnya :

Ranking     Negara                     Skor

1.                Australia                    0.993

17.              Amerika Serikat      0.971

29.             Jerman                      0.953

35.            Jepang                        0.946

49.            Singapura                  0.908

61.            Filipina                      0.888

91.           Thailand                    0.855

95.           Malaysia                   0.839

97.          Indonesia              0.83

143.         India                         0.62

Ranking ini saya urutkan menurut indeks pendidikan, sedangkan untuk ranking Human Development Index (HDI) berbeda hasilnya. Karena HDI tidak hanya mencakup indeks pendidikan.

Nilai indeks pendidikan didapatkan dengan perhitungan tingkat baca tulis penduduk suatu negara dengan bobot 2/3 dan rasio siswa bersekolah dengan bobot 1/3.

images_8418.jpg

Melihat dari tabel ranking diatas, Indonesia “hanya” berselisih sedikit dari tetangga kita Malaysia yang dulunya mereka pernah belajar dari kita. Dan diantara negara ASEAN, kita berada urutan kelima. Hal ini semoga dapat memacu bangsa Indonesia untuk memperbaiki ranking kita.

Baca Lanjutannya…

Oleh : Iwan Sugihartono

Nanoteknologi merupakan teknologi yang dibangun dengan orde 10 pangkat -9 meter alias 0.0000000010 m atau 10-9 m. Bisa dibayangkan sebuah ukuran yang amat sangat kecil. Bandingkan dengan diamater sebuah atom yang berkisar 0.00000000010 m atau 10-10 m. Jadi dalam fabrikasi dan karakterisasinya dibutuhkan alat yang resolusinya ber orde nano juga. Untuk fabrikasi material berbasiskan skala nano biasanya digunakan yang namanya molecular beam epitaxy (MBE), metal organic chemical vapor deposition (MOCVD), phase vapor transport (VPT), magnetic sputtering, hydrothermal (menggunakan efek temperatur), deposisi menggunakan LASER, dan sebagainya. Sedangkan untuk karakterisasinya digunakan transmission elektron microscopy (TEM) yang memiliki resolusi tinggi kurang lebih 200 kV, scanning electron microscopy (SEM), atomic force microscopy (AFM), field emission SEM, dan sebagainya.

 

 

 

 

Gambar 1, menunjukkan contoh dari image mikroskopis material semikonduktor GaAs. Image yang dihasilkan sebanding dengan jumlah atom dari Ga dan As. Terlihat dari gambar bahwa jarak sumbu pusat antara dua buah atom tersebut adalah 1.4 x 10-10 m. Dari resolusi yang dimiliki oleh scanning TEM/STEM sebesar 200 kV dapat dihasilkan pancaran electron dengan panjang gelombang 0.0025 nm. Dengan demikian karakterisasi nano sekarang ini sudah sangat maju, karena kita dapat melihat struktur kristal dari material. Nah dari fabrikasinya kita akan mengenal berbagai jenis bentuk nanostructure, seperti : nanotube, nanowire, nanopilar, nanorod, nanocomb, nanoflower, dsb. Gambar 2 menunjukkan bentuk dari material nano, yaitu nanotube. Disebut nanotube karena bentuknya seperti tabung yang dibentuk oleh rangkaian struktur kristal.

Mengapa ilmu nano dan teknologinya penting? Begini, dalam perkembangan teknologi saat ini, yang dibutuhkan adalah improvisasi alat/device. Untuk lebih mendapatkan material yang secara makroskopis baik dari segi sifat listrik mapun optisnya, maka analisis nano memegang peranan yang penting. Ketika kita menganalisis material dalam ukuran nano, maka kita akan melihat bagaimana distribusi dari elektron yang terlihat dari image yang yang diperoleh (menggunakan STEM/TEM, FESEM, High Resolution TEM, SEM, dan AFM). Para ilmuwan Fisika termasuk ilmuwan dalam bidang material dan elektronik saat ini tengah berusaha menciptakan material untuk menghasilkan material yang berguna dalam industri optoelektronik. Tentu dasarnya adalah teknologi semikonduktor yang sudah dikenal lama. Dengan perkembangannya, teknologi semikonduktor mampu menghasilkan dioda, lalu transistor bahkan yang lebih kompleks lagi yaitu mikroprosesor. Peralatan/Devices tersebut sangat berperan dalam penemuan computer, handphone, dsb.

Analisis nano berperan cukup penting untuk mengimprove metode-metode yang digunakan saat ini. Analisis tersebut tidak hanya digunakan para eksperimentalis saja, namun juga para teoritis yang tergabung dalam kelompok riset Fisika Zat Mampat atau Condensed Matter. Mereka menggunakan persamaan fisika (Persamaan Schrodinger, bandstructure, fungsi gelombang Bloch, nearly free electron model, density functional theory, dan sebagainya yang mampu memprediksikan besar energi yang dapat dihasilkan oleh material.

Dari pernyataan di atas saya ambil contoh image dari material ZnO yang fabrikasinya menggunakan Vapour Phase Transport (VPT) seperti yang terlihat pada gambar 3. Dengan menggunakan metode VPT secara nano scale terlihat bahwa material ZnO tersebut membentuk pilar yang hampir uniform disetiap titiknya. Di dalam sebuah pilar probabilitas terdapat electron akan semakin besar. Untuk memahami ini dibutuhkan pengetahuan tentang mekanika kuantum seperti yang saya sebutkan di paragraph sebelumnya. Dari hasil fabrikasi dan karakterisasi tersebut lalu hasilnya dikonfirmasi dengan pengukuran Hall (Hall effect) menggunakan 4 buah probe untuk melihat sifat listrik dari material semikonduktor. Dari hasil pengukuran, sebuah nanopilar ZnO dapat menghasilkan hambatan spesifik sebesar 8 x 10-2 Ωcm, bila diasumsikan mobilitas dari electron sebesar 100 cm2/Vs maka akan menghasilkan konsentrasi pembawa electron sebesar 8 x 1017 cm-3 [2]. Secara teori apabila jumlah konsentrasi pembawa elektronnya besar maka proses generasi dan rekombinasi akan sebanding dengan jumlah tersebut. Sehingga untuk menghasilkan kualitas cahaya (light diode, LD, berbasis pn junction) yang berasal dari material ZnO akan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam uji photonic, digunakan juga pengukuran Photoluminescence (PL) dari material ZnO/Zn(0.9)Mg(0.1)O berbasiskan quantum well (quantum well adalah representasi dari potensial sumur yang berfungsi sebagai perangkap buat electron, dapat dipelajari dengan menggunakan konsep persamaan Schrodinger dan fungsi gelombang Bloch) seperti terlihat pada gambar 4. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa panjang gelombang dari material ZnO/Zn(0.9)Mg(0.1)O dapat menghasilkan energi foton sebesar 3.36 eV untuk kedalaman sumur (well thickness) 3 nm dan 3.35 eV dan 3.51 eV untuk kedalaman sumur 14 nm pada temperature 8 K. Pada kedalaman sumur 14 nm terdapat dua buah peak yang mengindikasikan adanya efek quantum confinement [3]. Sebagai informasi saat ini para ilmuwan dan insinyur sedang melakukan riset untuk mengimprove teknologi semikonduktor berbasiskan material ZnO.

  Baca Lanjutannya…

Posted by: excitonindo | Februari 19, 2008

Mengenal Warna dan Cahaya

Oleh : Iwan Sugihartono

Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat menikmati indahnya warna yang terlihat dari berbagai macam benda. Dari warna kita dapat merasakan berbagai macam sensasi yang dirasakan oleh pikiran dan hati kita. Dengan warna pula kadang ketika hati kita sedang galau menjadi tenang dibuatnya. Sekarang pertanyaannya adalah, apa sih warna itu? Mengapa warna banyak macamnya, seperti merah, hijau, biru dan sebagainya? Nah, untuk lebih mngerti tentang warna kita harus mempelajari pengertian dari cahaya.

 

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori