Oleh: excitonindo | Juli 10, 2010

Astronot dari Indonesia

Kala itu, awal Februari 1986, terjadi peristiwa tragis dalam dunia antariksa. Wahana antariksa Challenger meledak di udara dan menewaskan 7 astronot. Peristiwa tersebut berdampak pada dibatalkannya pengiriman seorang ilmuwan asal Indonesia untuk menjadi astronot.

Prof. Dr Pratiwi Sudarmono PhD, SpMk sejatinya akan berangkat sebagai astronot dalam misi STS-61-H menggunakan wahana antariksa Columbia. Misi ini bertujuan untuk meluncurkan 3 satelit, salah satunya adalah satelit palapa B3. Namun, peristiwa meledaknya Challenger mengubah jalan cerita itu.

Beliau lahir pada tanggal 31 Juli 1952 di Bandung. Setelah menamatkan kuliah S1 bidang kedokteran di Universitas Indonesia pada tahun 1971, beliau melanjutkan pendidikan doktoralnya bidang molekular biologi di Osaka University.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: