Oleh: excitonindo | Februari 14, 2010

Lilis Komariah, Guru Fisika SMAN 21 Bandung Meraih Penghagaan ITSF

Kamis, 11 Februari 2010 , 16:17:00

JAKARTA, (PRLM).-Sepuluh guru bidang studi sains atau Ilmu Pengatahuan Alam meraih penghargaan Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) tahun 2010, termasuk di antaranya adalah Lilis Komariah (46), guru Fisika di SMA Negeri 21 Bandung. Lilis menjadi satu-satunya guru sekolah menengah atas asal Provinsi Jawa Barat yang meraih penghargaan untuk kategori pendidikan sains itu.

Presentasi penghargaan pendidikan sains, penghargaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan hibah penelitian iptek berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (11/2).
Hadir antara lain Menristek Suharna Surapranata, Ketua ITSF Soefjan Tsauri, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri.

Lilis menampilkan penelitian yang berjudul “Kolaborasi Power Point dalam Pembelajaran Berkelompok dengan Penerapan Hot Potatoes sebagai Alat Ukur Keberhasilan Siswa dalam Pemahaman Konsep Termodinamika di Kelas XI IPA SMAN 21 Bandung”.

Jumlah pelamar untuk penghargaan kali ini sebanyak 119, dan komite seleksi memilih 10 guru sains terbaik.

Sembilan orang lainnya adalah  Anis Farida (guru Fisika di SMAN 1 Bantur Malang Jawa Timur), Budi Santosa (guru Kimia di SMAN 1 Dusun Tengah Kalimantan Tengah), Mujahidin Agus (guru Fisika di SMAN 1 Unggulan Kamanre Luwu Sulawesi Selatan), Munis Darmawan (guru Kimia di SMAN 1 Pulung Ponorogo Jawa Timur, Newyenu Watneka Romuti (guru Kimia di SMAN 1 Ambon), Salmiyati (guru Biologi di SMAN 1 Pangkalan Krinci Riau, Siti Hidayati (guru Biologi di SMAN 1 Purwareja Klampok Jawa Tengah, Widianto (guru Biologi di SMAN 1 Rembang Jawa Tengah, dan Wiji Astutik (guru Biologi di Madrasah Aliyah Al-Hidayat Pasuruan Jawa Timur).

Selain Lilis, dua peneliti muda masing-masing Dr. Eng. Yessi Permana (Institut Teknologi Bandung) dan Dr. Lusi Safriani (Universitas Padjadjaran) menjadi pemenang penghargaan ITSF (Science and Technology Research Grant), mendapat hibah. Jumlah peraih hibah ini sebanyak 19 peneliti dari berbagai universitas dan lembaga penelitian di Indonesia dengan total nilai Rp 693 juta.

Yessi mengajukan  penelitian bertajuk “Polimerisasi Bahan Alam Terperbaharui Menggunakan Logam Kompleks”. Sedangkan, Lusi mengajukan penelitian bertajuk “Fabrikasi Kristal Fotonik dan Bahan Partikel Polistiren Monodispersed untuk Aplikasi Tunable Laser”.(A-94/kur)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=127167


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: