Oleh: excitonindo | Juni 12, 2008

Pluto oh Pluto

Oleh : Yudhiakto Pramudya

Waktu duduk di bangku sekolah dulu, Pluto masih nongkrong dalam barisan planet anggota tata surya kita. Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, definisi planet berubah yang berdampak pada didepaknya Pluto dari barisan planet di tata surya kita.

Menurut riwayatnya, Pluto ditemukan oleh Clyde W. Tombaugh pada tanggal 18 Februari 1930. Tetapi baru mendapatkan namanya pada tanggal 1 May 1930. Nama ini disumbangkan oleh Venetia Burney, yang waktu itu masih berumur 11 tahun. penemuan Pluto didasarkan mekanika Newtonian yang dapat memprediksikan gangguan suatu obyek langit oleh obyek langit lainnya. Awalnya para astronomer melakukan pengamatan terhadap gangguan pada Planet Uranus. Sehingga ditemukanlah Neptunus dan Pluto.

Orbit Pluto berbeda dengan orbit planet lainnya. Planet planet lainnya beredar mengelilingi matahari dalam bidang yang hampir datar yang disebut eliptika yang berbentuk hampir lingkaran. Sedangkan Pluto bidang edarnya mempunyai sudut lebih dari 17 derajat dari eliptika dan lintasannya berbentuk elips. Pluto memiliki tiga bulan yaitu Charon yang ditemukan pada tahun 1978 oleh James Christy, dan Nix dan Hydra yang ditemukan pada tahun 2005.

Status Pluto sebagai planet sudah jadi perdebatan sejak tahun 1992, saat pertama kali ditemukan obyek di Kuiper Belt, yaitu (15760)1992 QB1. Sejak saat itulah banyak obyek di Kuiper Belt ditemukan, jumlahnya lebih dari ribuan. Dan obyek obyek tersebut memiliki kemiripan dengan Pluto dalam hal ukuran, orbit, dan bahkan komposisinya.

Dan pada 12 Juni 2008, Pluto dogolongkan menjadi obyek langit Plutoid. Nama Plutoid ini diajukan oleh anggota CSBN (IAU committee on Small Body Nomenclature). Dan definisi resminya untuk Plutoid adalah :

“Plutoids are celestial bodies in orbit around the sun at a distance greater than that of Neptune that have sufficient mass for their self-gravity to overcome rigid body forces so that they assume a hydrostatic equilibrium (near-spherical) shape, and that have not cleared the neighborhood around their orbit.”

Selain Pluto, obyek langit yang termasuk dalam jajaran Plutoid adalah Eris.

sumber : http://www.space.com/scienceastronomy/080611-plutoid-planets.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: