Oleh: excitonindo | Februari 28, 2008

Dimanakah kita sekarang?

oleh : yudhiakto pramudya

Tulisan ini berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen presentasi dosen pembimbing saya dan Iwan, yaitu presentasi tentang peluang Riset mahasiswa di Perguruan Tinggi oleh bapak Budhy Kurniawan. Di presentasi tersebut, Bapak Budhy menampilkan beberapa daftar ranking. Yang menarik perhatian saya adalah ranking indeks pendidikan Indonesia.

Kemudian saya coba telusuri indeks pendidikan Indonesia untuk tahun 2007. Inilah hasilnya :

Ranking     Negara                     Skor

1.                Australia                    0.993

17.              Amerika Serikat      0.971

29.             Jerman                      0.953

35.            Jepang                        0.946

49.            Singapura                  0.908

61.            Filipina                      0.888

91.           Thailand                    0.855

95.           Malaysia                   0.839

97.          Indonesia              0.83

143.         India                         0.62

Ranking ini saya urutkan menurut indeks pendidikan, sedangkan untuk ranking Human Development Index (HDI) berbeda hasilnya. Karena HDI tidak hanya mencakup indeks pendidikan.

Nilai indeks pendidikan didapatkan dengan perhitungan tingkat baca tulis penduduk suatu negara dengan bobot 2/3 dan rasio siswa bersekolah dengan bobot 1/3.

images_8418.jpg

Melihat dari tabel ranking diatas, Indonesia “hanya” berselisih sedikit dari tetangga kita Malaysia yang dulunya mereka pernah belajar dari kita. Dan diantara negara ASEAN, kita berada urutan kelima. Hal ini semoga dapat memacu bangsa Indonesia untuk memperbaiki ranking kita.

Caranya? Ya sesuai dengan rumus Indeks pendidikan diatas, bahwa indeks tersebut ditentukan oleh 2 hal. Pertama, tingkat baca tulis (literasi) penduduk suatu negara. Namun sebenarnya pengertian literasi bisa jadi lebih luas. Mungkin dalam tulisan selanjutnya kita bisa bahas lebih jauh. Jadi yang bisa kita lakukan adalah, menggiatkan budaya membaca dan menulis.

Permasalahan kedua adalah rasio siswa bersekolah. Nilai rasio ini didapatkan dari perbandingan siswa yang bersekolah mulai dari Taman kanak kanak sampai Universitas dengan siswa yang berusia sekolah. Di negara kita memang banyak anak putus sekolah terutama karena faktor ekonomi. Adanya sekolah-sekolah alternatif dengan biaya murah ataupun gratis sangat membantu peningkatan taraf pendidikan kita.

Hmmm….. berada di posisi manakah kita tahun depan?

sumber :

http://hdrstats.undp.org/indicators/7.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Human_Development_Index

http://blontankpoer.blogsome.com/2006/02/06/rapuhnya-sekolah-kami/


Responses

  1. ada seorang guruku yang mengatakan, kalau keberhasilan seorang guru bisa dilihat dari keberhasilan murid-muridnya.
    nah, kalau dulu malaysia belajar dari negara kita dan sekarang mereka jadi lebih maju, berarti kita berhasil jadi “guru” yang baik dong! hehehe…….
    tapi, aku rasa sudah saatnya kita belajar dari negara-negara yang dulu belajar pada kita.
    jika mereka saja bisa maju, seharusnya kita bisa jauh lebih baik lagi, ‘tul gak?

    =========================================================================

    memang mbak esti, seorang guru yang berhasil pasti bisa mencetak murid yang sukses. Masalahnya, kita sebagai guru jangan sampai berhenti belajar.
    Terima kasih, salam kenal.

    Y Pramudya
    Excitonindo

  2. Beberapa guru saya sempat mengajar negeri jiran tersebut, sekarang mereka pensiun. Kalimat mereka,” Malaysia tuh pintar, saat kami mengajar, guru mereka sedang bersekolah di UK.” Hahahhaha kita kena batunya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: