oleh : yudhiakto pramudya
Tulisan ini berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen presentasi dosen pembimbing saya dan Iwan, yaitu presentasi tentang peluang Riset mahasiswa di Perguruan Tinggi oleh bapak Budhy Kurniawan. Di presentasi tersebut, Bapak Budhy menampilkan beberapa daftar ranking. Yang menarik perhatian saya adalah ranking indeks pendidikan Indonesia.
Kemudian saya coba telusuri indeks pendidikan Indonesia untuk tahun 2007. Inilah hasilnya :
Ranking Negara Skor
1. Australia 0.993
17. Amerika Serikat 0.971
29. Jerman 0.953
35. Jepang 0.946
49. Singapura 0.908
61. Filipina 0.888
91. Thailand 0.855
95. Malaysia 0.839
97. Indonesia 0.83
143. India 0.62
Ranking ini saya urutkan menurut indeks pendidikan, sedangkan untuk ranking Human Development Index (HDI) berbeda hasilnya. Karena HDI tidak hanya mencakup indeks pendidikan.
Nilai indeks pendidikan didapatkan dengan perhitungan tingkat baca tulis penduduk suatu negara dengan bobot 2/3 dan rasio siswa bersekolah dengan bobot 1/3.
Melihat dari tabel ranking diatas, Indonesia “hanya” berselisih sedikit dari tetangga kita Malaysia yang dulunya mereka pernah belajar dari kita. Dan diantara negara ASEAN, kita berada urutan kelima. Hal ini semoga dapat memacu bangsa Indonesia untuk memperbaiki ranking kita.
Caranya? Ya sesuai dengan rumus Indeks pendidikan diatas, bahwa indeks tersebut ditentukan oleh 2 hal. Pertama, tingkat baca tulis (literasi) penduduk suatu negara. Namun sebenarnya pengertian literasi bisa jadi lebih luas. Mungkin dalam tulisan selanjutnya kita bisa bahas lebih jauh. Jadi yang bisa kita lakukan adalah, menggiatkan budaya membaca dan menulis.
Permasalahan kedua adalah rasio siswa bersekolah. Nilai rasio ini didapatkan dari perbandingan siswa yang bersekolah mulai dari Taman kanak kanak sampai Universitas dengan siswa yang berusia sekolah. Di negara kita memang banyak anak putus sekolah terutama karena faktor ekonomi. Adanya sekolah-sekolah alternatif dengan biaya murah ataupun gratis sangat membantu peningkatan taraf pendidikan kita.
Hmmm….. berada di posisi manakah kita tahun depan?
sumber :
http://hdrstats.undp.org/indicators/7.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Human_Development_Index
http://blontankpoer.blogsome.com/2006/02/06/rapuhnya-sekolah-kami/

ada seorang guruku yang mengatakan, kalau keberhasilan seorang guru bisa dilihat dari keberhasilan murid-muridnya.
nah, kalau dulu malaysia belajar dari negara kita dan sekarang mereka jadi lebih maju, berarti kita berhasil jadi “guru” yang baik dong! hehehe…….
tapi, aku rasa sudah saatnya kita belajar dari negara-negara yang dulu belajar pada kita.
jika mereka saja bisa maju, seharusnya kita bisa jauh lebih baik lagi, ‘tul gak?
=========================================================================
memang mbak esti, seorang guru yang berhasil pasti bisa mencetak murid yang sukses. Masalahnya, kita sebagai guru jangan sampai berhenti belajar.
Terima kasih, salam kenal.
Y Pramudya
Excitonindo
Oleh: esti on April 24, 2008
at 12:00 pm
Beberapa guru saya sempat mengajar negeri jiran tersebut, sekarang mereka pensiun. Kalimat mereka,” Malaysia tuh pintar, saat kami mengajar, guru mereka sedang bersekolah di UK.” Hahahhaha kita kena batunya.
Oleh: wangsa on Mei 13, 2008
at 5:21 pm